Beberapa Mitos Tentang VPN


Zaman now barangkali sudah tidak asing lagi dengan apa tersebut namanya VPN. VPN sendiri adalahkependekan dari Virtual Private Network yakni suatu teknologi komunikasi yang memungkinkan pengaksesnya guna dapat terhubung dengan jaringan publik dan menggunakannya sampai-sampai dapat bergabung dengan jaringan lokal.

Nah, dengan hadirnya VPN ini, tidak heran kadang website yang pemerintah blokir dapat anda akses begitu saja dengan gampang dan atas dasar tersebut mungkin sejumlah mindset mengenai VPN ini juga menjadi terbentuk, kemudian apa saja itu?

1. VPN Merupakan Sesuatu Ilegal

Kebanyakan orang bakal memandang bahwa VPN tersebut ilegal sebab dapat mengakses website yang ditutup oleh pemerintah, namun tersebut adalahsalah satu keunggulan yang didapat ketika seseorang memakai VPN. Bila disaksikan dari faedah utama dari VPN sendiri ialah untuk mengenkripsi data dan menyerahkan perlindungan untuk kamu sekitar terhubung ke internet. Ambil misal saat menggunakan kemudahan WiFi umum, saya dan anda bisa menggunakan VPN untuk menyelamatkan data supaya tidak terserang.

2. VPN Merupakan Pintu Kebebasan Berselancar di Internet

Jangan anggap sesudah dapat mengakses website yang ditutup pemerintah dan menemukan perlindungan data kamu merasa bahwa VPN adalahpintu kemerdekaan berselancar di Internet. Kendati begitu, VPN tetap tidak dapat mengayomi pemakainya dari Phising dan Keyloger.

3. Semua VPN Sama Saja

Bila kamu percaya bakal hal ini, pasti saja salah besar! Mengapa? Hal tersebut sebab VPN juga terbagi jadi dua, yaitu yang berbayar dan tidak berbayar. Tentunya ada sejumlah hal yang tidak dapat diperoleh oleh mereka yang memakai VPN secara gratisan. Jadi tidak boleh salah kaprah ya!

4. VPN Membuat Internet Menjadi Lambat

Siapa bilang? Tidak seluruh VPN menciptakan internet menjadi lambat. Ada pun kok yang justeru membuat kecepatan internet kamu meningkat cepat. Mungkin lemotnya kecepatan internet itu dikarenakan kamu memakai VPN gratisan, bila begitu lumrah saja kecepatan internetnya menjadi lambat.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.