Tambah Wawasan, Yuk Mengenal Situs Karangkamulyan Dan Mitosnya Berkembang

Tambah-Wawasan-Yuk-Mengenal-Situs-Karangkamulyan-Dan-Mitosnya-Berkembang

Indonesia tak hanya kaya akan keindahan alamnya yang luar biasa. Namun juga adat istiadat,budaya hingga jejak sjarahnya yang tak bisa dilewatkan begitu saja. Kabupaten Ciamis menjadi salah satu daerah yang menyimpan jejak kerajaan Galuh yang masih bisa ditelusuri jejaknya. 

Dengan mengunjungi situs Karangkamulyan tak hanya menilik cerita Ciung Wanara yang terkenal, namun juga mitos yang berkembang. Simak ulasannya. 

Mengenal Situs Di Ciamis Untuk Telusuri Kerjaan Galuh 

Berkunjung ke kabupaten Ciamis tak lengkap rasanya jika tak melangkahkan kaki ke Karangkamulyan. Situs yang berada di Desa Karang Kamulyan, Kec Cijeungjing yang terletak 7 km sebelum kota Banjar. 

Menurut portal berita Ciamis harapanrakyat.com, situs ini banyak dipercaya masyarakat sebagai situs yang menyimpan jejak kerajaan Galuh. Letakknya yang berada di antara hutan lindung dengan luas 25,5 Ha. Apalagi dengan banyak flora dan fauna yang bisa melepas penat anda. 

Mengunjungi situs ini juga akan membuat anda belajar dan menyimak sejarah masa lampau. Ada banyak tempat tempat yang menjadi bukti jejak Kerajaan Galuh. Mulai dari singasana hingga tempat penyimpanan senjata yang disebut dengan Sanghiyang Bedil. Pada situs ini anda juga bisa melihat sumber mata air Cirahayu dan Citeguh, Pamangkonan hingga Makam Adipati Panekan. Dimana dalam menjelajah Situs Karangkamulyan akan membuat anda mengerti tentang sejarah. 

Kebanyakan warga yang datang ke Karangkamulyan bertujuan untuk berwisata dan juga untuk ziarah. Banyaknya pepohonan yang rindang dengan beberapa ekor monyet akan membuat udaranya tampak asri. 

Meskipun demikian banyak juga yang datang untuk tujuan yang tidak baik. Untuk meminta pesugihan atau melakukan ritual ritual tertentu. Membuat situs ini memiliki banyak cerita mistis yang tak bisa dinalar oleh akal manusia. 

Mitos Hewan Mati Jika Melewati Situs Kerajaan Galuh 

Masyarakat Indonesia memang masih banyak yang mengunakan cara yang menyimpan untuk mendapatkan kekayaan. Mengunjungi tempat tertentu yang dirasa angker atau mengandung aura mistis kemudian melakukan ritual di tempat tersebut. Tak hanya itu saja banyak juga mitos yang berkembang. Hal ini rupanya juga terjadi di Karangkamulyan juga. Banyak masyarakat yang percaya jika hewan yang dibawa mengunjungi situs ini akan mati. 

Bukan hanya mengunjungi, hanya lewat saja juga bisa membuat hewan peliharaan mati. Dilansir dari harianrakyat.com, grup sirkus umumnya memiliki paranormal yang menyarankan untuk tidak melewati situs Karangkamulyan. Pernah beberapa waktu silam ada gajah yang tiba tiba mati, setelah dalam perjalanan melewati situs Karangkamulyan ini. Juru kunci situs Cagar Budaya Ciungwara membenarkan mitos yang beredar tersebut. 

Di situs Ciungwanara ini sempat diadakan lomba burung berkicau yang setelah perlombaan selesai banyak yang mengeluh jika burungnya sakit. Menurut Juru Kuncinya tidak perlu berlebihan menanggapi cerita dan mitos yang beredar. Sebab jika niat datang hanya untuk menikmati keindahan dan berwisata maka, tidak akan mendapatkan pengalaman yang buruk. Karena banyak kejadian disebabkan karena perilaku buruk hingga berkata sompral. 

Kejadian Mistis Selfie Hingga Bertemu Harimau 

Menjaga tutur kata, memperbaiki niat hingga perilaku sangat perlu untuk dijaga ketika mengunjungi situs Ciungwanara ini. Pernah ada peziarah yang mengambil foto pada batu pancalikan. Hasil foto yang mereka ambil di gambar ketiga justru tidak ada yang muncul hanya ada batu pancalikan. Hal ini membuat peziarah tersebut ketakutan dan meninggalkan area situs. Ternyata sebelumnya pengunjung tersebut berbicara sompral. 

Juru kunci juga menyampaikan jika di area situs Karangkamulyan tidak ada harimau. Ketika anda mengunjungi situs ini jangan pernah menyebut hewan buas ini. Karena pernah ada kejadian dimana pengunjung ada yang mengaku dikejar harimau ketika mengunjungi situs ini. Setelah ditelusur ternyata pengunjung tersebut mengatakan ingin bertemu harimau. Dan harimau yang ditemui bukan harimau biasa namun harimau ghaib. 

Mengunjungi sebuah tempat memang harus menjaga sikap dimanapun kita berada. Jika kita tak memiliki niat yang buruk niscaya tidak akan pernah ada kejadian buruk yang menimpa. Semua yang menjaga suatu tempat tentu tidak ingin tempatnya dirusak atau bahkan diganggu. Apalagi seperti yang kita tahu situs Ciungwanara ini memiliki hutan lebat yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Jika rusak tentunya akan mengancam banyak kehidupan.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.